Start From Ordinary Things…

Just what I think..feel and writing about

To all readers February 15, 2008

Filed under: 1 — itha @ 4:16 am

hey guys, thanks for stopping by at my blog….

in this blog u can use any material tht i’ve been wrote, but please make sure to put the source (my blog adrs at ur refference)…. and hopefully I can write more in the future🙂 any critics and comment from u will be very helpfull.

regards,

itha

 

sedikit kata dari ‘tamu tak diundang’ February 13, 2008

Filed under: Stories... — Ditto @ 2:50 pm

Sedikit selingan dari saya…

Sebagian besar pembaca blog ini ngga kenal saya, tapi biar saya perkenalan sedikit.

Blog ini dijalankan oleh dua orang; itha sebagai penulis, dan saya sebagai webmasternya.  ‘Tugas” saya adalah membawa blog ini untuk mencapai jumlah pembaca yang lebih besar, dan sejauh ini hasilnya :

Total pembaca untuk hari ini=20 orang,

dengan total hampir 5000an seumur hidup blog ini (4bulan).

Lumayan buat blog yang bersifat non profit, target regional (bahasa indonesia) dan dioptimasi setengah hati (hwehehee sorry tha)

Posting yang bagus dari itha, dan tanggapan yang luar biasa dari rekan pembaca sekalian.

Sekian, dan aku kembalikan ke itha. Keep up the good work, girl🙂

 

Catatan Sabung Ayam Pada Masy. Bali January 6, 2008

Filed under: tugas2 kuliah ku dulu — itha @ 12:39 pm

” Notes on the Balinese Cockfight “ 

– Clifford Geertz –            

Pada tulisan Geertz tentang sabung ayam atau adu ayam pada masyarakat Bali, kita akan menemukan banyak hal menarik tentang sabung ayam yang dikaitkan dan terkait dengan struktur sosial dan kehidupan masyarakat Bali sehari-hari, khususnya kaum pria. Sabung ayam bagi masyarakat Bali telah merupakan bagian dari gaya hidup mereka ( “The Balinese Way of Life” ). Sabung ayam biasanya diadakan  di salah satu sudut desa yang jarang dilewati oleh orang banyak dan tempatnya dirahasiakan oleh masyarakat sekitar. Arena sabung ayam mewakili Bali atau indentik dengan Bali, sama seperti Amerika yang indentik dengan permainan bola basket . Pada arena adu ayam yang terlihat bertarung adalah ayam, tetapi ayam-ayam tersebut merupakan perwakilan dari kaum pria di Bali.

Identifikasi psikologi yang mendalam  tentang kaum pria di Bali dengan ayam mereka tidak dapat dipisahkan. Bateson dan Mead mengatakan jika dikaitkan dengan konsepsi masyarakat Bali tentang tubuh sebagai satu bagian terpisah dari kehidupan, maka ayam di gambarkan sebagai bagian terpisah alat ambulant genital dengan kehidupan mereka sendiri. Pada kenyataannya ayam-ayam tersebut merupakan simbol dari kemaskulinan mereka.            

Seorang pria yang penuh rasa percaya diri dan prilakunya sesuai dengan apa yang dia katakan, dibandingkan dengan ayam berekor yang ekornya besar, kuat dan spektakuler. Seorang pria yang mudah menyerah dikaitkan dengan ayam yang hampir mati dan telah membuat suatu keputusan, yang pada akhirnya akan menyeret  orang tersebut dalam kehacuran. Seorang pria pelit, yang menjanjikan akan menjanjikan banyak tapi memberi sedikit dibandingkan dengan seekor ayam yang di pegang ekornya, yang memfokuskan pada satu orang tanpa berusaha membahagiakan orang tersebut.

Tempat pengadilan, perang, kontes politik, warisan budaya dan percakapan sehari-hari semuanya dibandingkan dengan sabung ayam. Seorang pria yang yang mempunyai minat dan ketertarikan terhadap ayam dapat menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama ayam-ayam tersebut. Ke’gilaan’ terhadap ayam mempunyai beberapa dimensi yang dapat dicermati, yaitu  bahwa  selain ayam merupakan simbol ekspresi dan magnifikasi dari pemiliknya sendiri, ego narsistik pria. Ayam juga merupakan ekspresi dari penghargaan masyarakat Bali terhadap estetika, moral, dan metafisika dari status manusia ; animality .             

 Dalam setiap arena pertarungan biasanya selalu ada taruhan, terutama dalam bentuk uang. Begitu pula pada arena sabung ayam pada masyarakat Bali, namun bukan taruhan yang membuat sabung ayam ini berarti, melainkan apa akibat muncul dari taruhan tersebut, yaitu adanya migrasi status hirarki masyarakat Bali pada tubuh atau bagian dari sabung ayam. Ayam-ayam itu merupakan perwakilan dari kepribadian pemiliknya, tetapi sabung ayam sendiri merupakan simulasi dari matriks sosial, sistem sosial, kelompok-kelompok kerjasama, kelompok irigasi, dan kasta.

Sabung ayam lebih tepat merupakan gambaran dari masyarakat Bali yang mereka gambarkan  tentang diri mereka sendiri. Untuk mendapatkan gambaran dari sabung ayam sebagai teks adalah dengan cara memunculkan unsur-unsur yang terkait didalamnya. Menghadiri dan berpartisipasi dalam sabung ayam bagi masyarakat Bali merupakan pendidikan sentimental, apa yang dipelajari merupakan etos dari  kebudayaannya dan aspek-aspek yang terkait.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bawa sabung ayam merupakan refleksi dari masyarakat Bali tentang penampilan, kegunaan, kekuasaan, dan ketertarikan masyarakat dan hal ini terdapat pada hampir setiap level atau tingkatan hidup masyarakat Bali. Dalam sabung ayam, masyarakat Bali membentuk dan menemukan temperamen diri sendiri dan temperamen masyarakat sekitar pada saat yang bersamaan. Dan menemukan berbagai aspek yang berhubungan dengan penyediaan komentar kebudayaan pada status hirarki dan penghormatan diri di Bali.

Kebudayaan masyarakat merupakan teks yang mereka ciptakan sendiri, yang pada akhirnya disadari atau tidak merupakan perwujudan dari apa yang mereka pahami dan kerjakan selama ini dan telah menjadi bagian dari pola hidup masyarakatnya.                

 

Perto Rican Nosology: Nervios – AnthPsi

Filed under: 1 — itha @ 12:28 pm

Peter J.Guarnaccia, Robert Lewis-Fernandez dan Melissa Rivera Marano-  

Abstraksi           

Fokus perhatian utama antropologi medis dan antropologi psikiatri adalah untuk dapat memahami kategori-kategori populer dan sistem untuk klasifikasi suatu penyakit, untuk meneliti hubungan antara kategori penyakit dengan pemahaman budaya tentang tubuh dan untuk menginterpretasi peranan dari kategori penyakit dalam memediasi individu dengan lingkungan sosialnya. Tulisan ini akan berbicara tentang bagaimana memberi nama pada sebuah penyakit, siapa yang mendeterminasi kategori apa yang digunakan dan implikasi dari determinasi tersebut. Secara spesifik tulisan ini mencoba untuk meneliti berbagai pengalaman nervios diantara masyarakat Puerto Rico di Puerto Rico dan di kota New York           

Nervios lebih dari sekedar diffuse idiom stress dimana terdapat perbedaan kategori dan pengalaman dari nervios yang memberikan pengetahuan tentang bagaimana stress dialami dan diekspresikan oleh masyarakat Puerto Rico. Perlu untuk dketahui bahwa nervios tidak hanya terjadi pada masyarakat Puerto Rico saja melainkan terjadi hampir pada semua kebudayaan Amerika Latin. Terkait dengan kategori penyakit, Good (1977:39-40) mengatakan bahwa kategori penyakit dapat dipahami sebagai imej yang memberikan pengetahuan terutama tentang pengalaman stres. Kategori penyakit juga dapat dipahami sebagai simbol inti dalam jaringan semantik, jaringan kata, situasi, simptom dan perasaan yang terasosiasikan dengan penyakit serta memberikan pengertian pada para penderitanya. Pengertian terhadap penyakit digenerasikan secara sosial dalam penggunaannya oleh individu untuk mengartikulasikan pengalaman mereka terhadap konflik dan stres yang terkait dengan tipe sindrom stres dalam masyarakat.  

Penelitian Terdahulu Pada Klasifikasi Penyakit Latin            

Penelitian tentang masalah kesehatan kejiwaan pada kebudayaan Latin telah dimulai lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Pada tahun 1978, Newton memberikan suatu emik model dari penyakit jiwa pada masyarakat Mexico-Amerika berdasarkan wawancara kualitatif dengan 23 informan. Newton mengatakan penyebab utama terjadinya penyakit jiwa adalah karena masalah emosional, dimana kontrol emosi dan ketahanan menghadapi masalah merupakan kunci utama.

           Sementara itu pada tahun 1977, Harwood juga memberikan skema lain untuk mendiagnosis penyakit jiwa dalam ‘bingkai’ espiritismo, sebuah bentuk penyembuhan dan praktek yang religi diantara masyarakat Puerto Rico. Dalam penelitiannya tentang espiritismo di New York, Harwood menemukan bahwa espiritismo yang ada di New York dibawa berdasarkan sponsor dari pusat penyembuhan masyarakat agar pusat penyembuhan menjadi lebih  responsif terhadap kebutuhan komunitas masyarakat Latin.

Tabel II.         Kategori Etiologikal Pada Diagnosis Roh/SpiritKategori Etiologikal                                                 Roh/Spirit

1.Envidia (envy)                                roh jahat yang berinkarnasi mempunyai hubungan yang dekat                                                                 dengan korban.               

2. Brujeria (socrery)                           roh dikirim untuk menyakiti korban, merupakan   kerjasama                                                                antara musuh dengan dukun. 

3. Mala Influencia                          roh jahat dari tingkat rendah seolah-olah memberikan    (evil influence)                               ‘pencerahan’ atau jalan keluar atas suatu masalah 

4. Facultades                                       roh dari berbagai tingkatan merasuki tubuh korban dan     (faculties)                                         mulai mengontrol tubuh korban. 

5. Prueba                                              roh pelindung yang menguji korban ketika korban     (test or trial)                                     mengembangkan perlindungan diri sendiri 

6. Cadena                                             roh dari keluarga atau saudara dari masa lalu yang telah    (chain)                                              melakukan suatu kesalahan atau kejahatan 

7. Castigo                                             roh yang tidak mempunyai tujuan diperbolehkan tinggal             (punishment)                      dalam tubuh korban yang menolak berhubungan dengan                                                                pelindung spiritualnya.                                                                                Dari kedua emik model tersebut, dapat diketahui secara kontras bahwa kategori diagnosis pada Mexican-American lebih menjelaskan pada berbagai perasaan dan prilaku sementara kategori spiritist lebih didasarkan pada perbedaan spiritual yang menyebabkan penyakit itu terjadi. Perbedaan lainnya adalah yang satu menyajikan diagnosis kategori berdasarkan simptom-simptom inti tertentu dan mendeskripsikan beberapa tipe pengalaman dalam menghadapi penyakit, fokus pada pengalaman internal individu. Sementara yang lain lebih didasarkan pada adanya pengetahuan yang diturunkan akan adanya penyebab dari penyakit dan etiologikal pada alam, lebih berorientasi pada interaksi antara individu dan orang lain dalam masyarakat atau dengan dunia gaib. 

Ways of Being Nervous: Experiences of Nervios and Ataque de Nervios           

Penggunaan istilah Purto Rican Syndrom atau PRS telah memberikan pemahaman lebih lanjut di kalangan peneliti dan profesional kesehatan untuk meneliti tentang sindrom tersebut dimana terdapat perbedaan dalam mengekspresikan stres  antara masyarakat Puerto Rico dengan masyarakat Latin lainnya. Pada awalnya istilah Puerto Rican Syndrome ini digunakan dalam konteks untuk memaksa para pemuda Puerto Rico untuk bergabung dalam militer Amerika Serikat, dan untuk selanjutnya disebut dengan nervios.

            Nervios muncul sebagai respon terhadap peristiwa-peristiwa stres sosial, merupakan pengalaman yang mengekspresikan idiom, melibatkan banyak kelas pekerja dan masyarakat miskin, juga merupakan bentuk pengekspresian masyarakat Puerto Rico yang hidup dalam masa transisi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Adanya perbedaan pengekspresian dari nervios ini biasanya merupakan respon dari rasa sakit yang signifikan, penderitaan dan kehilangan secara sosial. 

Being A Nervios Person (Ser Nervioso)           

Menjadi seseorang yang nervios biasanya dimulai sejak kanak-kanak, merupakan hasil dari penderitaan yang mengakibatkan pengalaman traumatik, atau merupakan ‘bawaan’ atau warisan. Nervios dapat diwariskan dalam sebuah keluarga dan mempengaruhi anak sehingga si anak dapat dengan mudah dipengaruhi oleh stres yang dianggap normal oleh orang lain. Ini terjadinya misalnya ketika seorang ibu sedang hamil menderita tekanan fisik dan mental secara hebat, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan serta kekurangan gizi. Salah seorang informan  mengatakan adanya trauma dalam keluarga, seperti kematian keluarga atau kekasaran/siksaan orang tua dapat menyebabkan seseorang menjadi nervios.

            Ketika seseorang menderita nervioso, mereka akan tetap menderita nervios sepanjang hidup mereka meskipun kebanyakan dari mereka dapat mengontrol kondisinya dengan bantuan dan support dari anggota keluarga dan yang lainnya. Bagaimanapun orang yang menderita nervios dapat dengan mudah terpancing emosinya dalam menghadapi suatu masalah. Orang yang menderita nervios mempunyai lebih banyak masalah hidup dibandingkan orang lain, dan biasanya menemukan kesulitan dalam menyelesaikan masalahnya. Mereka lebih cemas, menggerutu dan menangis lebih sering dibandingkan orang lain, berbicara dan berjalan dengan satu tangan terayun lebih cepat, sering sekali menggigit kuku tangan dan sering terkena sakit kepala serta sakit perut. Namun di satu sisi mereka juga lebih mudah atau lebih cepat menurunkan amarahnya. Terkait dengan jenis kelamin, biasanya pria menderita nervios dikarenakan trauma perang sementara wanita menderita nervios dikarenakan masalah keluarga dan ekonomi.

(more…)

 

Komunitas Terbayang- Benedict Anderson

Filed under: tugas2 kuliah ku dulu — itha @ 12:13 pm

         Dalam buku Komunitas-Komunitas Terbayang ini Anderson akan banyak bercerita tentang dunia politik, khusus dalam bab Pendahuluan ini, Anderson akan berbicara tentang Nasionalisme. Eric Hobsbawm mengatakan bahwa “Gerakan-gerakan dan negara-negara Marxis telah cenderung untuk menjadi nasional bukan hanya dalam bentuknya melainkan juga dalam substansinya, yaitu menjadi nasionalis”. Ke-nasional-an merupakan nilai paling absah secara universal dalam kehidupan politik. Nation atau bangsa, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan terbukti sulit sekali dirumuskan , terlebih lagi diuraikan. Oleh sebab itu Anderson berusaha untuk melihat Nasionalitas bukan berdasarkan teori Marxisme ataupun Liberal.

Anderson melihat ke-nasional-an atau nasionalisme sebagai artefak-artefak budaya (sejajar dengan benda-benda temuan arkeologis) jenis khusus, untuk memahami pernyataan tersebut kita harus melihat bagaimana ke-nasional-an dapat muncul secara historis, dimulai pada akhir abad ke-18 naionalismemuncul sebagai hasil ‘persilangan’ berbagai kekuatan historis sehingga menjadi ‘modular’ lalu ditanamkan dengan berbagai derajat kesadaran diri dan dileburkan dengan serangkaian tata politis dan ideologis yang luas pula. Nasionalisme yang merupakan artefak-artefak budaya telah membangkitan rasa keterikatan yang begiru mendalam. Dalam proses pendefinisian nasionalisme, para teoritisi nasionalisme sendiri mengalami kebingungan disebabkan tiga hal, yaitu :

(more…)

 

new blog publish December 6, 2007

Filed under: 1 — itha @ 6:22 am

I’ve found a nice blog to read… it’s all about women, women and woman. A simple blog but full of information. I think u guys should check this blog please visit at hhtp://articlesonwomen.blogspot.com. it’s a nice blog, really and a highly appeciate for the blog owner. please keep on writing I really like ur articles.

Enjoy.

 

My new job… October 3, 2007

Filed under: Dear Diary — itha @ 1:28 am

Hello there! long time not updating this blog… this past two weeks i’ve been so… phffff… busy…

Alhamdulillah, I already work now n guess what? I got a job that I used to think it’s a simple job but now since I experience it my self I can say… it’s really… really not an easy job to do. Everything has to be maintaince very carefully otherwise there will be a mistakes that we can make.

I never been so afraid or doing mistakes except now. I really… really afraid to make mistakes. I want my job to be perfect an hopefully I can give my best for this job. I tried to love my job and will continue to learning how to love my job. But now I can say I starting to love my job… It’s a new thing for me to do but hey.. I like to learn everything new.

So… keep on the spirit! stay cheer and see u soon….

08.28

24th floor Menara Mulia