–Peter J.Guarnaccia, Robert Lewis-Fernandez dan Melissa Rivera Marano-
Abstraksi
Fokus perhatian utama antropologi medis dan antropologi psikiatri adalah untuk dapat memahami kategori-kategori populer dan sistem untuk klasifikasi suatu penyakit, untuk meneliti hubungan antara kategori penyakit dengan pemahaman budaya tentang tubuh dan untuk menginterpretasi peranan dari kategori penyakit dalam memediasi individu dengan lingkungan sosialnya. Tulisan ini akan berbicara tentang bagaimana memberi nama pada sebuah penyakit, siapa yang mendeterminasi kategori apa yang digunakan dan implikasi dari determinasi tersebut. Secara spesifik tulisan ini mencoba untuk meneliti berbagai pengalaman nervios diantara masyarakat Puerto Rico di Puerto Rico dan di kota New York.
Nervios lebih dari sekedar diffuse idiom stress dimana terdapat perbedaan kategori dan pengalaman dari nervios yang memberikan pengetahuan tentang bagaimana stress dialami dan diekspresikan oleh masyarakat Puerto Rico. Perlu untuk dketahui bahwa nervios tidak hanya terjadi pada masyarakat Puerto Rico saja melainkan terjadi hampir pada semua kebudayaan Amerika Latin. Terkait dengan kategori penyakit, Good (1977:39-40) mengatakan bahwa kategori penyakit dapat dipahami sebagai imej yang memberikan pengetahuan terutama tentang pengalaman stres. Kategori penyakit juga dapat dipahami sebagai simbol inti dalam jaringan semantik, jaringan kata, situasi, simptom dan perasaan yang terasosiasikan dengan penyakit serta memberikan pengertian pada para penderitanya. Pengertian terhadap penyakit digenerasikan secara sosial dalam penggunaannya oleh individu untuk mengartikulasikan pengalaman mereka terhadap konflik dan stres yang terkait dengan tipe sindrom stres dalam masyarakat.
Penelitian Terdahulu Pada Klasifikasi Penyakit Latin
Penelitian tentang masalah kesehatan kejiwaan pada kebudayaan Latin telah dimulai lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Pada tahun 1978, Newton memberikan suatu emik model dari penyakit jiwa pada masyarakat Mexico-Amerika berdasarkan wawancara kualitatif dengan 23 informan. Newton mengatakan penyebab utama terjadinya penyakit jiwa adalah karena masalah emosional, dimana kontrol emosi dan ketahanan menghadapi masalah merupakan kunci utama.
Sementara itu pada tahun 1977, Harwood juga memberikan skema lain untuk mendiagnosis penyakit jiwa dalam ‘bingkai’ espiritismo, sebuah bentuk penyembuhan dan praktek yang religi diantara masyarakat Puerto Rico. Dalam penelitiannya tentang espiritismo di New York, Harwood menemukan bahwa espiritismo yang ada di New York dibawa berdasarkan sponsor dari pusat penyembuhan masyarakat agar pusat penyembuhan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan komunitas masyarakat Latin.
Tabel II. Kategori Etiologikal Pada Diagnosis Roh/SpiritKategori Etiologikal Roh/Spirit
1.Envidia (envy) roh jahat yang berinkarnasi mempunyai hubungan yang dekat dengan korban.
2. Brujeria (socrery) roh dikirim untuk menyakiti korban, merupakan kerjasama antara musuh dengan dukun.
3. Mala Influencia roh jahat dari tingkat rendah seolah-olah memberikan (evil influence) ‘pencerahan’ atau jalan keluar atas suatu masalah
4. Facultades roh dari berbagai tingkatan merasuki tubuh korban dan (faculties) mulai mengontrol tubuh korban.
5. Prueba roh pelindung yang menguji korban ketika korban (test or trial) mengembangkan perlindungan diri sendiri
6. Cadena roh dari keluarga atau saudara dari masa lalu yang telah (chain) melakukan suatu kesalahan atau kejahatan
7. Castigo roh yang tidak mempunyai tujuan diperbolehkan tinggal (punishment) dalam tubuh korban yang menolak berhubungan dengan pelindung spiritualnya. Dari kedua emik model tersebut, dapat diketahui secara kontras bahwa kategori diagnosis pada Mexican-American lebih menjelaskan pada berbagai perasaan dan prilaku sementara kategori spiritist lebih didasarkan pada perbedaan spiritual yang menyebabkan penyakit itu terjadi. Perbedaan lainnya adalah yang satu menyajikan diagnosis kategori berdasarkan simptom-simptom inti tertentu dan mendeskripsikan beberapa tipe pengalaman dalam menghadapi penyakit, fokus pada pengalaman internal individu. Sementara yang lain lebih didasarkan pada adanya pengetahuan yang diturunkan akan adanya penyebab dari penyakit dan etiologikal pada alam, lebih berorientasi pada interaksi antara individu dan orang lain dalam masyarakat atau dengan dunia gaib.
Ways of Being Nervous: Experiences of Nervios and Ataque de Nervios
Penggunaan istilah Purto Rican Syndrom atau PRS telah memberikan pemahaman lebih lanjut di kalangan peneliti dan profesional kesehatan untuk meneliti tentang sindrom tersebut dimana terdapat perbedaan dalam mengekspresikan stres antara masyarakat Puerto Rico dengan masyarakat Latin lainnya. Pada awalnya istilah Puerto Rican Syndrome ini digunakan dalam konteks untuk memaksa para pemuda Puerto Rico untuk bergabung dalam militer Amerika Serikat, dan untuk selanjutnya disebut dengan nervios.
Nervios muncul sebagai respon terhadap peristiwa-peristiwa stres sosial, merupakan pengalaman yang mengekspresikan idiom, melibatkan banyak kelas pekerja dan masyarakat miskin, juga merupakan bentuk pengekspresian masyarakat Puerto Rico yang hidup dalam masa transisi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Adanya perbedaan pengekspresian dari nervios ini biasanya merupakan respon dari rasa sakit yang signifikan, penderitaan dan kehilangan secara sosial.
Being A Nervios Person (Ser Nervioso)
Menjadi seseorang yang nervios biasanya dimulai sejak kanak-kanak, merupakan hasil dari penderitaan yang mengakibatkan pengalaman traumatik, atau merupakan ‘bawaan’ atau warisan. Nervios dapat diwariskan dalam sebuah keluarga dan mempengaruhi anak sehingga si anak dapat dengan mudah dipengaruhi oleh stres yang dianggap normal oleh orang lain. Ini terjadinya misalnya ketika seorang ibu sedang hamil menderita tekanan fisik dan mental secara hebat, minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan serta kekurangan gizi. Salah seorang informan mengatakan adanya trauma dalam keluarga, seperti kematian keluarga atau kekasaran/siksaan orang tua dapat menyebabkan seseorang menjadi nervios.
Ketika seseorang menderita nervioso, mereka akan tetap menderita nervios sepanjang hidup mereka meskipun kebanyakan dari mereka dapat mengontrol kondisinya dengan bantuan dan support dari anggota keluarga dan yang lainnya. Bagaimanapun orang yang menderita nervios dapat dengan mudah terpancing emosinya dalam menghadapi suatu masalah. Orang yang menderita nervios mempunyai lebih banyak masalah hidup dibandingkan orang lain, dan biasanya menemukan kesulitan dalam menyelesaikan masalahnya. Mereka lebih cemas, menggerutu dan menangis lebih sering dibandingkan orang lain, berbicara dan berjalan dengan satu tangan terayun lebih cepat, sering sekali menggigit kuku tangan dan sering terkena sakit kepala serta sakit perut. Namun di satu sisi mereka juga lebih mudah atau lebih cepat menurunkan amarahnya. Terkait dengan jenis kelamin, biasanya pria menderita nervios dikarenakan trauma perang sementara wanita menderita nervios dikarenakan masalah keluarga dan ekonomi.
(more…)
comments please