Start From Ordinary Things…

Just what I think..feel and writing about

Catatan Sabung Ayam Pada Masy. Bali January 6, 2008

Filed under: tugas2 kuliah ku dulu — itha @ 12:39 pm

” Notes on the Balinese Cockfight “ 

– Clifford Geertz –            

Pada tulisan Geertz tentang sabung ayam atau adu ayam pada masyarakat Bali, kita akan menemukan banyak hal menarik tentang sabung ayam yang dikaitkan dan terkait dengan struktur sosial dan kehidupan masyarakat Bali sehari-hari, khususnya kaum pria. Sabung ayam bagi masyarakat Bali telah merupakan bagian dari gaya hidup mereka ( “The Balinese Way of Life” ). Sabung ayam biasanya diadakan  di salah satu sudut desa yang jarang dilewati oleh orang banyak dan tempatnya dirahasiakan oleh masyarakat sekitar. Arena sabung ayam mewakili Bali atau indentik dengan Bali, sama seperti Amerika yang indentik dengan permainan bola basket . Pada arena adu ayam yang terlihat bertarung adalah ayam, tetapi ayam-ayam tersebut merupakan perwakilan dari kaum pria di Bali.

Identifikasi psikologi yang mendalam  tentang kaum pria di Bali dengan ayam mereka tidak dapat dipisahkan. Bateson dan Mead mengatakan jika dikaitkan dengan konsepsi masyarakat Bali tentang tubuh sebagai satu bagian terpisah dari kehidupan, maka ayam di gambarkan sebagai bagian terpisah alat ambulant genital dengan kehidupan mereka sendiri. Pada kenyataannya ayam-ayam tersebut merupakan simbol dari kemaskulinan mereka.            

Seorang pria yang penuh rasa percaya diri dan prilakunya sesuai dengan apa yang dia katakan, dibandingkan dengan ayam berekor yang ekornya besar, kuat dan spektakuler. Seorang pria yang mudah menyerah dikaitkan dengan ayam yang hampir mati dan telah membuat suatu keputusan, yang pada akhirnya akan menyeret  orang tersebut dalam kehacuran. Seorang pria pelit, yang menjanjikan akan menjanjikan banyak tapi memberi sedikit dibandingkan dengan seekor ayam yang di pegang ekornya, yang memfokuskan pada satu orang tanpa berusaha membahagiakan orang tersebut.

Tempat pengadilan, perang, kontes politik, warisan budaya dan percakapan sehari-hari semuanya dibandingkan dengan sabung ayam. Seorang pria yang yang mempunyai minat dan ketertarikan terhadap ayam dapat menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama ayam-ayam tersebut. Ke’gilaan’ terhadap ayam mempunyai beberapa dimensi yang dapat dicermati, yaitu  bahwa  selain ayam merupakan simbol ekspresi dan magnifikasi dari pemiliknya sendiri, ego narsistik pria. Ayam juga merupakan ekspresi dari penghargaan masyarakat Bali terhadap estetika, moral, dan metafisika dari status manusia ; animality .             

 Dalam setiap arena pertarungan biasanya selalu ada taruhan, terutama dalam bentuk uang. Begitu pula pada arena sabung ayam pada masyarakat Bali, namun bukan taruhan yang membuat sabung ayam ini berarti, melainkan apa akibat muncul dari taruhan tersebut, yaitu adanya migrasi status hirarki masyarakat Bali pada tubuh atau bagian dari sabung ayam. Ayam-ayam itu merupakan perwakilan dari kepribadian pemiliknya, tetapi sabung ayam sendiri merupakan simulasi dari matriks sosial, sistem sosial, kelompok-kelompok kerjasama, kelompok irigasi, dan kasta.

Sabung ayam lebih tepat merupakan gambaran dari masyarakat Bali yang mereka gambarkan  tentang diri mereka sendiri. Untuk mendapatkan gambaran dari sabung ayam sebagai teks adalah dengan cara memunculkan unsur-unsur yang terkait didalamnya. Menghadiri dan berpartisipasi dalam sabung ayam bagi masyarakat Bali merupakan pendidikan sentimental, apa yang dipelajari merupakan etos dari  kebudayaannya dan aspek-aspek yang terkait.

Seperti yang telah dijelaskan diatas bawa sabung ayam merupakan refleksi dari masyarakat Bali tentang penampilan, kegunaan, kekuasaan, dan ketertarikan masyarakat dan hal ini terdapat pada hampir setiap level atau tingkatan hidup masyarakat Bali. Dalam sabung ayam, masyarakat Bali membentuk dan menemukan temperamen diri sendiri dan temperamen masyarakat sekitar pada saat yang bersamaan. Dan menemukan berbagai aspek yang berhubungan dengan penyediaan komentar kebudayaan pada status hirarki dan penghormatan diri di Bali.

Kebudayaan masyarakat merupakan teks yang mereka ciptakan sendiri, yang pada akhirnya disadari atau tidak merupakan perwujudan dari apa yang mereka pahami dan kerjakan selama ini dan telah menjadi bagian dari pola hidup masyarakatnya.                

 

8 Responses to “Catatan Sabung Ayam Pada Masy. Bali”

  1. nina Says:

    saya tertarik atas tulisan anda tentang sabung ayam di Bali

    masih ada tidak tugas-tugas itu, utamanya hasil dari penelitian Geertz i, saya memerlukan informasi itu. tks mba

  2. deez Says:

    tulisan ne ad di buku geertz dlm tafsir kebudayaan di sub bab terakhir.
    tulisan geertz emank ckup menghibur aplg cerita wktu dy n istrina hrz lari2 dr arena perjudian di kejar polisi krn…

  3. wesnina Says:

    mba itha apakah saya bisa kirim email ke mba. ada yang saya mau tanya tentang buku sabung ayam. saya dah cari sampai hari ini belum saya dapatka. Tks. mhn sangat bantuan mba Itha. ok. email saya.
    wesnina1@yahoo.cm

  4. Unimpressed Says:

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Unimpressed.

  5. vendra Says:

    kalo bisa minta makalah tentang sejarah sabung ayam. terus penyimpangan yang dilakukan masyarakat yang mengarah ke perjudian.

  6. tamam Says:

    bisa donk Q lbih dlam lagi tau tentang sabung ayam dari hasil pnelitian mba…… thanks

  7. nisa Says:

    saya mau tanya, buku tafsir kebudayaam itu masih diterbitkan dan diperjualbelikan secara bebas atau tidak? dimana saya dapat memperolehnya?

  8. sandi Says:

    boleh saya minta rujukan nama penerbit penulis buku ini, makasih…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s